Sesaat setelah mengunjungi lokasi lumpur lapindo sidoarjo, sillaturrahim dengan salah satu pengungsi di sana, bernama mas Romli, ku merasa … bahwa diri ini masih jauh dari rasa syukur . Bagaimana tidak ??? Ketika mas Romli dan keluarganya serta ratusan ribu pengungsi yang menempati Pasar Porong Baru itu kelaparan, harus antri makandengan ribuan orang, bahkan ada di antara mereka yang rela menukar beberapa porsi makan mereka dengan uang untuk membeli susu untuk anak-anak mereka (termasuk mas Romli yang memiliki 2 anak yang masih kecil-kecil), di sisi lain, aku rela membuang uangku secara berlebih untuk hal-hal yang ndak terlalu dibutuhkan, malah menjajakan uang untuk hal – hal tersier yang hanya bersifat accessories (not too important).. Astaghfirullah…
Di saat mereka begitu sulit untuk mendapatkan air untuk sekedar memasak nasi , apalagi mandi yang harus antri ratusan orang, di tempat lain, air dihambur-hamburkan sekedar untuk mengguyur teman yang sedang “berkurang umurnya” dengan beberapa kali guyuran…. Astaghfirullah
Di saat mereka hanya bisa melihat dengan perasaan begitu kehilangan dengan rumah-rumah , masjid-masjid, sekolah-sekolah, sawah ladang, dan pencaharian mereka yang tertimbun lumpur puluhan meter, mengapa kita masih saja menyia-nyiakan potensi yang ada di rumah, sekolah, sawah ladang, pencaharian kita… Bahkan , lebih ironisnya, masjid di sekitar kita yang begitu megah dan tegak berdiri gagah hanya diisi oleh orang-orang yang sudah sepuh, itu pun yang ingat akan sebuah kepastian bahwa dia akan kembali pada Allah, hanya beberapa orang, ndak sampai 1 shaf … . Di sisi lain, masjid-masjid di daerah bencana lumpur itu sudah tertimbun lumpur, hingga yang terlihat hanya kubah masjid … dan pada akhirnya mereka harus beribadah di tempat pengungsian, yang jauh dari batasan bersih untuk sebuah tempat beribadah … Astaghfirullah
Sekolah-sekolah yang menjadi tempat mereka (anak-anak usia SD – SMA) harus rela putus sekolah, karena belum adanya pengganti gedung sekolah mereka, atau hanya sedikit yang terfasilitasi untuk melanjutkan / numpang di sekolah lain. Mereka punya semangat yang tinggi untuk meraih pendidikan secara layak, namun apalah daya, fasilitas yang hancur tertimbun lumpur, serta belum adanya alternatif pengganti untuk sekolah mereka, mereka harus terpaksa “rela” untuk tidak sekolah. Sementara itu, menurut beberapa berita tentang pendidikan di indonesia, kualitas minat anak bangsa untuk belajar menurun , padahal fasilitas sudah sedemikian lengkap. Entah itu siswa SD yang lebih asyik main PS ketimbang belajar dan menuntut ilmu, siswa-siswi SMP – SMA yang lebih senang ngeceng di Mall , berpacaran, datang ke acara – acara (show) musik ketimbang membantu kedua orang tua dan juga menuntut ilmu, dan lebih parahnya lagi … di kalangan mahasiswa, beberapa dosen yang saya kenal pun juga mengakui adanya penurunan kualitas belajar para mahasiswa , pada rada malas semua … sedikit yang bisa fokus dan betul2 belajar … serta dengan pergaulan bebasnya yang semakin menjadi-jadi ... Astaghfirullah … akan menjadi seperti apa bangsa ini 5-10 tahun mendatang… bila anak bangsa sudah tidak lagi ingin meningkatkan kualitas diri, masyarakat, dan bangsanya , yang ada hanya sebuah negara luas … bukan peradaban sebuah bangsa indonesia .
Setelah cukup lama aku mendengar kisah , serta keluh kesah dari pengungsi lumpur lapindo itu … maka yang bisa kita lakukan adalah membantu mereka dengan yang kita mampu, entah itu pakaian, makanan, susu buat anak-anak, air minum, dll … insha Allah akan sangat bermanfaat buat mereka, dan juga bermanfaat buat anda di akhirat nanti …
Sedikit perjalanan ini membuatku tersadar kembali … bahwa kita harus terus meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah atas segala hal yang telah Allah karuniakan kepada kita …daengan cara apa ?? dengan cara memberikan yang terbaik untuk Allah dengan ketaqwaan dan keimanankita, memberikan yang terbaik dan manfaat kepada sesama manusia .
Nah, dalam rangka membantu dan memberikan yang terbaik untuk mereka, sy mengajak para blogger untuk ikut berbagi kenikmatan dengan mereka, dan mereka tidak bisa memberikan untuk apa-apa untuk anda, tapi ALLAH … yang akan menggantinya dengan kenikmatan yang jauh lebih banyak ….
“Sebaik-baik kamu adalah yang bermanfaat buat manusia yang lain “
semogabermanfaat
salamdarinanda [M.Yasrif Ananda]
email : salamdarinanda@yahoo.com [untuk konfirmasi, bila ada yang ingin investasi di akhirat]
DIarsipkan di bawah: belajar Islam
































































Banyak yg sudah lupa korban lapindo
Tergeser berita2 yg lain
Dan yang pasti berita-2 itu sengaja di rekayasa untuk mengalihkan perhatian penderita-an para korban Lapindo, seolah-olah para korban Lapindo sudah tuntas penyelesai-annya, dan perlu di ingat para korban Lapindo itu sekarang ini sudah tidak ada kepercayaan terhadap Pemerintah baik yang sekarang ini lagi berkuasan maupun yang akan datang yang sekarang ini lagi pada JUALAN KECAP di PILPRES….