Sore itu, seusai menunaikan sholat ashar … keluar dari masjid menuju rumah, kumelihat beberapa anak kecil dengan kopyah kecil dan mungil menutupi sebagian kepalanya, baju yang nampak mungil pun menghiasi tubuhnya yang kecil itu, dengan riang ia berlari menuju TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) Hidayatullah yang berada tepat di rumahku, di punggungnya menempel tas kecil yang mungkin berisi buku tulis, IQRA’, penunjuk, pulpen, pensil , dan entah benda-benda lain yang seharusnya dibawa ketika mengaji. Sembari menunggu guru yang datang, mereka asyik bercanda dengan teman seusia mereka, hanya keceriaan yang nampak di wajah mereka, seceria bedak putih yang menghiasi wajahnya. (yah… walopun tebalnya bedak itu begitu terliat dari depan …
).
Teringat dalam bayanganku, sekitar 13-14tahun yang lalu … aku pun berlarian kejar-kejaran dengan teman seangkatanku menuju masjid di dekat rumahku. Ya, saat itu gurunya datang dari Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PIQ) singosari, daerah di pinggir kota malang. Subhanallah, bila teringat masa-masa itu … ada kesan nano-nano dalam hatiku, senang bercampur sedih. Aku senang, karena dengan beberapa tahun aku belajar dalam gemblengan seorang guru ngaji yang begitu tegas dan agak keras , plus mukanya kayak marahan (padahal hatinya begitu baik), alhamdulillah, hingga sekarang ilmu Membaca Al-Qur’an pun masih bisa aku amalkan untuk membaca dan mengajar Al-Qur’an pada beberapa anak-anak, pemuda, ibu-ibu, serta bapak-bapak di kampung halamanku. Karena teringat sebuah hadits Rasulullah, “Sebaik-baik di antara kamu adalah yang belajar dan mengajarkan (mengamalkan) Al-Qur’an”. Tentunya, hikmah dan pelajaran dibalik hadits itu sangatah dalam , betapa tidak, jikalau kita hanya belajar saja tanpa mengajarkan … maka ilmu Al-Qur’an , ilmu membaca pedoman hidup umat, semakin lama akan tergeser oleh budaya syetan dengan segala macam variasinya . Na’udzubillah …
Sedihnya, setelah aku merantau jauh untuk belajar di sana dan di sini, kuingin mengunjungi guruku yang mungkin sudah agak lanjut usia. Namun, hanya sebuah berita duka kudapatkan, seorang penjaga masjid memberitahuku bahwa beliau telah meninggal ketika masih muda, ada perasaan begitu sedih, belum sempat aku membalas kebaikan beliau, bersua kembali dengan beliau. Hanya lantunan do’a yang dapat kupanjatkan kepada Allah agar ia dibalas dengan balasan yang terbaik dari Allah, sebagai hamba-Nya yang dengan tulus mengajarkan kalamullah yang suci itu. Amiin .. Ingin kumelanjutkan perjuanganmu, sebagai ladang amal bagiku juga investasi buat beliau .. Multi Level Investing ..
Saudaraku, kesempatan untuk berinvestasi besar-besaran sudah di depan mata, kalo anda bisa membaca al-Qur’an, maka marilah kita belajar untuk bisa menjadi lebih baik, dan juga tak lupa ajarkanlah Al-Qur’an pada teman-teman, saudara-saudara, anak-anak, istri, tetangga , dan siapapun yang anda cintai. Karena dengan mengajarkan Al-Qur’an pada mereka, maka itu berarti Anda ingin berbagi kebahagiaan dengan yang lain dalam mendapat Ridho dan surga Allah.
nggak diGaji ?? Allah yang akan menggaji dengan jumlah gaji yang tak bisa dibayangkan sebelumnya. Bisa jadi gajinya adalah keluarga yang sakinah mawadah warahmah, harta yang barakah, anak shalihah, khusnul khotimah, serta menjadi orang terdekat dengan Rasulullah shallallahu ‘Alaihi Wa sallam di jannatullah nanti (di Surga Allah). Jangan khawatir yah … yakin aja kepada Allah, everything will be okey ..
Bagaimana kalo belum bisa baca Qur’an, okey, insha Allah kedepannya akan sy posting beberapa tulisan tentang cara baca Al-Qur’an dan ILmu Tajwid … termasuk di dalam nya rekaman Bacaan Al-Qur’an dan Iqro’ … semoga bisa membuat kita lebih semangat membaca al-QUr’an , memahami maknanya, dan mengamalkannya dalam keseharian kita.
semoga bermanfaat
salamdarinanda
DIarsipkan di bawah: belajar Islam
































































Gaji memang tak harus berupa materi
ikut mendukung walaupun gak digaji
Wah terbit lagi nih , sebelum ketinggalan sama yang lain ikutana koment aaaahh…oh ya sumber-sumber nya dari mana aja mas, dan saya mau tanya banner serta gadget nya apa bikin sendiri. Kalau pakai url wordpress.com pakai email yahoo apa google?
Assalamualaikum…
Iya nie sewaktu kecil bagi setiap muslim hampir sama mengkaji di Ponpes berbondong-bondong indah banget rasanya, apalagi daerah saya dulu belum ada listrik, jadi harus bawa obor. Pokonya disamping menakutkan juga menyenangkan karena banyak teman. Alhamdulillah sekarang pasilitas atau sarana untuk umat muslim sudah layak digunakan tapi anak zaman sekarang banyak ga kayak anak2 dulu berlomba2 ke tempat ngaji.
digaji atau tidak digaji ?
melihat kenyataan di lapangan, keadaan jauh berbeda dengan teori dimana sangat miris jika pengajar ngaji tidak digaji karena banyak pengajar ngaji yang belum berpenghasilan lain kecuali sebagai pengajar ngaji. keadaan yang cukup atau dipas-pas kan untuk kebutuhan sehari-hari.
Mau ngaji Al-Qur’an dengan pengelolaan profesional ?
Juga bisa setor hafalan, InsyaAllah hidup lebih barokah …
Datangi Griya Qur’an di Jl Dinoyo Surabaya . . .
Lo, Maaf koq jadi ngiklan
Tapi cuma berbagi pengalaman,awal masuk ke sana ngaji saya bener2 nabrak semua bacaan tapi Alhmadulillah setelah lebih dari setahun di sana sudah ngerti dsn bisa mengamalkan bacaan tajwid yang benar . . . Rasanya lebih nikmat bacanya