Bismillah … berawal dari sebuah perjumpaan singkat aku mengenalnya , perjumpaan singkat di angkasa maya
. Perjumpaan singkat yang hingga saat ini telah melewati masa yang cukup panjang dan berliku . Aku mengenalnya sebagai seorang yang sederhana, apa adanya, dan bakti dan tanggung jawab yang begitu besar untuk keluarga tercintanya serta prinsip untuk tetap menjaga kehormatan dirinya . Yah, mungkin hampir semua orang ketika dalam posisi yang sama akan berbuat demikian. Namun, di antara sekian banyak orang yang mempunyai tanggungjawab sebesar itu , Allah ‘Azza Wa Jalla mempertemukannya denganku. Dengan orang yang biasa-biasa aja , yang tidak secemerlang prestasi yang ia raih, ia bagaikan bintang yang bersinar nun jauh di sana, sedangkan aku hanyalah seorang petani ladang yang hanya bisa menanam dan kerap memandang bintang itu di malam hari dengan senang, sungguh takjub, subhanallah. Apalah daya , aku hanya seorang petani, bermimpi meraih bintang yang begitu bersinar. …
Namun, aneh tapi nyata, suatu saat aku bermimpi, bintang itu datang mendekat, dan menyapaku dengan sapaan yang hangat, gurauan, dan kasih sayang kepada seorang petani kecil ini. Sejak saat itu, aku mulai yakin, bahwa bila memang Bintang itu ada untuk ikut menghiasi ladangku, aku akan berdoa pada Allah, agar Allah tetap membuatnya bersinar sampai kapanpun … meskipun terkadang hujan deras membasahi ladangku , bahkan hingga banjir….
Dia itu begitu unik, punya semangat, lincah, energik, rendah hati, dan memiliki prinsip hidup yang telah membuatnya bersinar seperti saat ini. Keluarga, itulah ladang baktinya yang tiada habis-habisnya bagi dia, begitu mencintai dan tanggung jawab pada mereka, meskipun terkadang ia harus duduk sendiri termenung untuk tetap bertahan dan bersinar untuk keluarganya. Namun, Aku tak ingin bintang yang bersinar itu meredup, aku ingin terus melihatnya bersinar terang dan menjadi cahaya indah ketika aku memandangnya. Bagi petani kecil sepertiku, andaikan bintang itu meredup sinarnya, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai bintang itu, dan memasang lampu-lampu terang yang mana aku berharap tetap membuat bintang itu bersinar. Akan berusaha mencapai bintang itu, meskipun aku harus pinjam pesawat ulang alik ke NASA
, atau nebeng superman kalo-kalo mampir ke bintang itu… akan aku pasang seMilyar lampu di sana, agar ia tetap bersinar, dan aku akan berdoa .. semoga Allah yang menciptakan bintang itu, agar tetap bersinar tegar di antara angkasa ruang yang gelap .
loh, kok jadi ngomongin si Bintang …. kan tadinya bukan itu maksudku
. hehe, kembali ke jalan yang benar… Hubungan singkat (emang Korsleting atau resleting yah ) itu pun berlanjut hingga aku sadar bahwa senyuman itu, kedatangannya di kala-kala itu, pun demikian dengan kedatanganku di tempat bintangitu berada, telah membuat perubahan dalam kehidupanku. Dan perubahan itu ada di antara relung hati yang tak pernah terisi sejak kecil, yang telah terisi dengan harapan, ia akan terus berada di dalamnya , hingga Allah mengizinkan aku untuk tetap menjaga sesuatu yang telah mengisi relung hati yang kosong itu dengan sebaik mungkin. Dengan harapan, aku akan membawanya pula dalam menghadap Allah di Hari Nanti dengan izin dan Ridho Allah di dalamnya.
Aku boleh berharap, namun aku sadar, aku harus siap dengan segala yang akan terjadi di kemudian hari…
Aku boleh bermimpi, namun aku juga harus sadar diri, bahwa manusia diciptakan untuk berikhtiar, berdoa dan bertawakkal, tanpa kemampuan untuk menentukan hasilnya ….![]()
Semoga Allah selalu menjaga dan memelihara bintang yang bersinar itu, agar tetep bersinar terang menjadi cahaya yang indah dipandang oleh setiap yang memandangnya. Meskipun aku di bumi dan di jauh di langit sana … jarak yang memisahkan ini tak kan ada artinya bila aku meminta pada Allah untuk mendekatkannya bila memang bintang itu memang ada untuk menghiasi, menemani, dan bersinar terang di atas ladangku. Namun, bila Allah berkehendak lain, Allah kan memindahkan bintang yang bersinar itu untuk menghiasi ladang yang lain, yang tentu saja sudah diperhitungkan oleh Allah manfaat dan hikmahnya. Aku akan ikhlas menerimanya …. karena bagaimanapun juga, Allah lebih berhak dan Maha Tahu yang terbaik untuk setiap ciptaannya . Apalah dayaku , aku hanya seorang petani kecil …. membaca saja aku sulit
.
Ya Allah, aku tidak mengetahui sedikitpun rahasia-Mu …
apakah yang akan terjadi esok, sedikitpun aku tidak tau …
Namun, hari ini adalah anugerah yang patut kubersyukur di dalamnya …
Engkau masih izinkan untuk melihat bintang itu bersinar menghiasi ladang dan memberi kesan pada hatiku ..
Engkau Maha Mengetahui yang Terbaik untuk setiap ciptaan-Mu …
Bila memang bintang itu ada untuk ladangku … maka berilah kesempatan agar ia tetap bersinar terang
Namun, bila bintang itu engkau ciptakan bukan untuk ladangku … aku berharap ia semakin bersinar terang dan membuat pemilik ladang yang lain akan terus bersyukur bahwa ladangnya telah ditemani oleh bintang yang bersinar itu sungguh beruntung ia .. karena aku yakin Allah memang tentukan yang terbaik untuknya ….
Aduh , petani kok ngomongnya ngalor ngidul begini sih …. bintang nan jauh di sana biar tetep bersinar terang menyinari ruang angkasa yang gelap . Aku hanya ingin bersyukur bahwa selama ini, bintang itu menghiasi ladangku dengan begitu tulus dan bersinar terang. Aku senaaaaaaaaaang sekali, Alhamdulillah ….
Meski badai, hujan, dan banjir menghampiri ladangku, namun aku masih berharap bisa memandang bintang itu dari jauh , syukur2 aku bisa kalo bintang itu kembali menyapaku , apalagi kalo Allah sang Pencipta bintang itu menghadiahkan bintang itu untuk tetap menghiasi ladangku, bersinar terang sampai kapanpun … sampai suatu saat aku bisa menggapai bintang itu dan menanam kebaikan di bintang itu …. ben tambah terang sinarnya ….
However, I’m on Allah …. aku akan berharap pada Allah, berharap terhadap Dia yang tak pernah membuatku kecewa … Amiin Ya Rabbal ‘Aalamiiiin , Dan Dia Maha Tahu Yang terbaik untukku … dan untuk bintang ciptaan-Nya itu ……
salamdaripetanikeciluntukBintangitu….
kisah kecil ini aku ambil dari penuturan petani kecil di sebuah desa terpencil nan jauh dimato ….
nb: buat mas petani, udah aku share ceritanya yah …
DIarsipkan di bawah: belajar Islam


































































Pertamax.
Hmm.. Bagus Bro Perumpamaannya
nice!!!
sampaikan saLam saya buat mas petaniy, kerana dia bernasib sama dengan saya
bedanya, dia adaLah petaniy, dan saya adaLah siy pungguk yang merindukan buLan… too high to reach, nothing can do… just smiLe and hope…
cause i beLieve, ALLAH Know the best…
assalamu’alaikum wrwb. af1, baca artikel ini bener2 sangat mengena di hati aq sesuai bgt ma cerita aq, palagi pas diri aq dlm kondisi yg sangat2 down kyak gini. makasih ya……boleh aq share kan artikelnya???
Assalaamu’alaikum w.w.
Kisah sederhana yang bermakna luas…..
DIA yang tak pernah mengecewakan kita, tp bagaimana kita selalu mengecewakan DIA. Para pemimpin yang saling tuding, rakyat yang selalu pokoke bener dewek, meski bencana telah berulang gaksadar juga kalo kita telah mengecewakan DIA.
Thanx…
Wassalaamu’alaikum w.w.
aku rasa si Bintang pun sangat merindukan sang petani.. dia ingin selalu menemani sang petani dengan sinar dan senyumannya. karena dia begitu kagum akan sosok sang petani ini..
si Bintang percaya bahwa lilin harapan itu akan selalu ada.. meskipun redup..
nice story.. ^____^v ATSSMN..
petani itu menyampaikan pesan ke aku : “Alhamdulillah, aku juga senaaaaaaang sekali bila memang si Bintang juga merindukan dan ingin menemani petani kecil yang ndak punya apa-apa ini …. betul, lilin harapan itu selalu ada, meskipun redup, suatu saat aku belikan lilin yang lain, 1 pak .. biar persediaannya banyak yah …
…”
thanks … ^____^ v atssa …