Bisnis

Selamat Datang buat para blogwalker….
Mari Berbincang-bincang Masalah Bisnis Dan Berwirausaha..

Menjadi Entrepreneur
tuk Bisa Berbuat dan Berkarya lebih
serta Bermanfaat Buat Umat
tuk Investasi di Akhirat

Pada halaman ini , khusus saya rancang untuk bincang-bincang masalah bisnis. Ya Bisnis, Berwirausaha adalah salah satu hal yang sedang saya jalani, walopun masih belajar juga. Dengan ber-Entrepreneur (bahasa kerennya), kita akan belajar banyak hal tentang marketing, tentang kerja keras, tentang promosi, dan banyak hal yang bisa kita lakukan dan yang paling penting Bagaimana menjadi orang yang bermanfaat buat orang lain…(sedekah terutama) .

Bahkan dengan berwirausaha itulah banyak orang-orang yang sekarang sukses itu berawal. Pertama, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam udah mencontohkan, saat beliau masih beliau , beliau sudah berdagang keluar negeri, bahkan dipercaya oleh Khadijah Radhiyallahu ‘Anha (sebelum jadi isteri tercinta beliau) untuk mengelola bisnisnya . Mantabkan… ?? apalagi waktu beliau (Rasulullah) menikah… tahukan mahar yang diberikan oleh beliau, dari kas beliau sendiri….

Rasulullah pada saat menikahi Khadijah maharnya adalah puluhan unta, yaitu kurang lebih 40 unta (bisa dicek jumlah tepatnya dalam sirah) dan sejumlah emas, yang jika diuangkan dalam masa kini mahar Rasulullah saat menikahi khadijah kurang lebih 1/2 milyar, wah subhanallah… kalo saya, Anda , kita , bagaimana ?

Saat ini , saya sedang menjalankan bisnis saya – meracik, menjual, dan mengembangkan minyak wangi non alkohol anandparfum - yang udah saya jalani semenjak semester 3 ketika kuliah di ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya). Ya udah cukup lama, Alhamdulillah, banyak proses yang udah saya jalani untuk memulai dan mempertahankan bisnis ini, hingga sekarang. Saat ini, sudah beberapa tempat yang udah pernah saya kirimkan untuk didistribusikan di beberapa tempat di indonesia, Seperti di solo, kediri, Surabaya, Malang (Agen Pusat) – Toko Kain Nelly Pasar Besar Matahari Lantai II Malang , Bogor, Banjarmasin, Mojokerto, Madura (Pamekasan), dll… dan sekarang ini masih dalam tahap penjajakan di negeri orang , negeri Tetangga, Malaysia... tepatnya di negeri Johor Bahru – sambil melanjutkan kuliah lagi di sini , UTM), cukup buat tambah modal usaha dan pengembangan usaha di negeri orang walopun step by step, pelan pelan…

Alhamdulillah , beberapa waktu lalu ketika saya coba menawarkan produk saya, langsung laku keras, bahkan ada yang langsung beli banyak…. sekali lagi Alhamdulillah, Allah berikan kemudahan…

Intinya, Jalani saja ide yang muncul dikepala Anda, lakukan , tekuni, dan berdoalah…insya Allah … akan Anda temukan kenikmatan Berwirausaha dan Bisa Bermanfaat buat Orang lain...

Nah, para pembaca yang baik hati, ramah tamah, rajin menabung, suka menolong … :D , di halaman ini, saya persilahkan anda semua untuksharing2 mengenai usaha, pengalaman2 usaha anda, tips2 usaha , pengalaman dengan konsumen, pengalaman marketing, dll …

Mungkin anda punya usaha untuk disharingkan… Siapa tahu, artikel anda, atau cerita anda akan menjadi motivasi bagi saudara-saudara kita yang sedang bingung mencari pekerjaan, Insya Allah, kebaikan anda akan dilipatgandakan oleh Allah, karena bisa bermanfaat bagi sesama ,, “Khoirukum Anfa’uhum Linnaas… – sebaik-baik kamu adalah Yang bermanfaat Bagi sesama Manusia “

Selamat Berwirausaha Dan Menjadi Orang Yang Bermanfaat bagi Umat

salam Bisnis…

Ikhlaskan Niat …Terus Maju Pantang Mundur, karena Cobaan, Tantangan, Ujian pasti akan datang ….

Mohammad Yasrif Ananda
‘yang sedang belajar dan berbisnis di negeri orang’

email : salamdarinanda@yahoo.com

17 Tanggapan

  1. Cerita Berbisnisku bermula di sini

  2. Assalamualaikum , apa kabar mas yasrif semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan melindungi mas yasrif
    bicara bisnis ana tertarik juga tuh, banyak sih ide mulai pengen buka tempat futsal, toko aksesoris olah raga dll. Terakhir selalu kepentok masalah modal he he .
    O iya mas kalo boleh neh sy pengen ngelanjutin usahanya mas yasrif jualan parfum di sekpa sambil nunggu lulus gitu kr2 boleh ndak ya , sukron semoga sukses selalu

  3. Assalaamu’alaikum Mas Yasrif

    Salam kenal terlebih dahulu ya ?
    Saya seorang karyawan swasta ( Buruh Pabrik ) sudah kurang lebih 2 tahun ini punya sambilan toko foto copy dan alat-alat tulis, alhamdulillah karena permintaan para pelanggan saya yang kebanyakan adalah para Guru Madrasah dan Sanawiyah maka 6 bulan yang lalu toko tersebut kami lengkapi dengan buku-buku bacaan Islami bekerja sama dengan para penerbit buku di seputaran jogja.
    alhamdulillah makin hari makin berkembang dan saya berkeinginan memperbesar toko buku saya tersebut yaitu kepingin punya toko buku Online juga, makanya saat ini saya baru belajar membuat Blog dengan website diatas, itupun hasil belajar saya sedang untuk menuju website toko buku online masih bingung cara membuatnya.
    mungkin mas Yasrif sudi membimbing saya mewujudkan keinginan saya untuk dapat memperluas usaha saya toko buku bacaan Islami ini ?

    wassalaamu’alaikum,

    Eko BS,
    http://caritanet.wordpress.com.

  4. وعليكم السلا م ورحمةالله و بركاته

    saya sangat senang sekali bisa membantu bapak Eko Budi Sulistiyo, akan tetapi salah satu cara yang mungkin bisa dilakukan saat ini, sy sarankan bapak Eko untuk membeli buku “7 Langkah Mudah Menjadi WebMaster” karangan Dadan Sutisna, terbitan Mediakita ,

    bukan maksud saya untuk promosi buku itu

    , akan tetapi, setelah saya pernah belajar dari buku itu, buku itu insya Allah bisa membantu bapak untuk mewujudkan keinginan bapak untuk membuat website toko buku online, karena dalam buku itu, latihan yang dilakukan, dan projek yang dikerjakan dalam setiap sesi latihannya adalah bagaimana membuat website toko buku online…. dan dilengkapi dengan CD berupa kode pemrograman dan tutorial, insya Allah akan sangat membantu….

    semoga bermanfaat buat pak Eko
    :D

  5. Kisah Menarik dari Jawapos (4 Agustus 2008) Radar Malang :

    Hidup dari Barang Rongsokan
    Pesawat pun Dibeli

    MALANG – Nama aslinya Sayudi. Namun, pria asal Sampang, Madura, ini mengubah namanya ketika pertama naik haji tahun 1990 menjadi Abdul Hamid.

    Hingga kini, sudah enam kali Abdul Hamid menunaikan rukun Islam kelima itu. Istrinya, Siti Aisyah, bahkan melampaui rekor sang suami. Aisyah naik haji sebanyak sepuluh kali.

    Tak perlu heran. Abdul Hamid memang kaya-raya. Dia salah satu pengusaha sukses di Malang dalam bisnis besi tua. Bisnis barang rongsokan itu digeluti Hamid sejak tahun 1969. Berarti, hampir 40 tahun dia berkecimpung di bisnis itu.

    Hasil jerih payah tersebut bukan hanya berkali-kali naik haji. Cucuran keringat Hamid juga menghasilkan beberapa rumah mewah. Dua di antaranya berada di Jl Kolonel Sugiono 42. Sehari-sehari, Hamid dan Aisyah banyak menghabiskan waktu di rumah dekat Terminal Gadang itu.

    Rumah mewah itu masing-masing berlantai dua. Jika ada pemandangan yang “mengganggu”, itu adalah besi tua yang menumpuk seperti mau menimbun bangunan rumah. Besi-besi tua itu menghuni halaman di antara dua rumah serta gudang belakang. Lantai bawah rumah sebelah selatan juga difungsikan sebagai gudang besi.

    Rongsokan besi tua apa saja ada di situ. Ada jangkar kapal, pagar yang sudah rusak, kawat, lempengan pelat baja, besi bekas bangunan, sampai kendaraan bekas. Ada juga tembaga, alumuniun, dan timah. Di depan rumah, tepatnya di pinggir jalan raya, tangki-tangki bekas teronggok. Tidak ditemukan kardus bekas, plastik, atau kertas bekas karena Hamid mengkhususkan bisnisnya untuk besi tua dan logam lainnya. Di rumah itu, pria kelahiran 1928 (Hamid mengaku lupa tanggal dan bulan lahirnya) menjalankan roda bisnis di bawah bendera UD Logam Mandiri.

    Luas tanah milik Hamid itu kurang lebih dua ribu meter persegi. Sebagai akses tengah Kota Malang yang menghubungkan jalur Surabaya-Blitar, nilai jual tanah di kawasan tersebut mencapai Rp 2,5 juta per meter persegi. Bila dinominalkan, nilainya sekitar Rp 5 miliar.

    Selain dua rumah itu, Hamid masih memiliki tiga rumah dan tanah yang ukurannya hampir sama dengan rumah di Gadang. Lokasinya di Cigaran dan Ciptomulyo. Di samping itu, dia juga mempunyai mobil pribadi Isuzu Panther. Tinggal Panther itu alat transportasi Hamid dalam berbisnis setelah enam mobil lainnya dia jual karena tak ingin boros.

    Semua kekayaan yang dinikmati tak didapatkan Hamid dengan mudah. “Semuanya berawal dari nol. Saya mendapatkan ini semua karena kerja keras, keuletan, dan kejujuran. Juga doa tiada henti kepada Allah,” tutur kakek berusia 80 tahun ini.

    Pertama tiba di Malang pada 1962, Hamid tak membawa apa pun kecuali baju yang melekat di tubuh dan uang yang jumlahnya tak seberapa. Tanpa tujuan pasti selain niat bekerja, Hamid lalu mengelilingi kota dengan berjalan kaki. Sengaja dia tidak naik kendaraan umum karena uangnya tidak cukup. Jangankan untuk ongkos, buat makan pun tidak cukup. “Saya tiba di Malang dengan selamat saja sudah untung karena uang saya tidak cukup untuk ongkos kereta. Alhamdulillah petugas kereta tidak menarik ongkos. Nggak tahu kok saya tidak ditarik (ongkos),” ujarnya.

    Menyusuri jalanan Malang, yang bikin tidak tenang Hamid justru mulutnya yang pahit karena tidak merokok. Maklum dia perokok sejak remaja. Karena tidak tahan, dia terpaksa memungut utis (puntung rokok) yang ditemukannya di jalan. Utis itu ia isap kembali.

    Hamid ingin melihat kondisi kota untuk memastikan usaha apa yang akan dilakukannya. Usaha pertama Hamid adalah jualan pisang. Ketika musim pisang berlalu, ia ganti berjualan salak dan buah-buah lainnya. Hamid menjajakan dagangannya dengan cara dipikul dan berjalan kaki.

    Namun, usaha itu gagal. Hamid pun banting setir bekerja di sebuah perusahaan material bangunan. Karena sifatnya yang jujur, setelah bekerja kurang lebih 1,5 tahun, Hamid dipinjami pikap oleh juragannya. Sejak itulah, dia berusaha menekuni bisnis besi tua. Apalagi, di Surabaya, dia pernah bekerja kepada juragan besi tua yang sukses. Jadi, usaha jual beli besi tua bukan hal yang benar-benar baru bagi Hamid.

    Demi hidup, dia tidak gengsi blusukan mencari besi tua. Sering perburuan besi tua itu dilakukan dengan jalan kaki. Jika barang sudah menumpuk, Hamid pinjam pikap juragannya untuk menjual besi tua tersebut.

    Berkat besi tua, ekonominya kian lama kian membaik. Ketika dirasa bekalnya cukup, Hamid mulai merintis usaha sendiri. Dia lepas dari juragannya. Hamid yang ketika itu berusia 40 tahun juga berani menyunting gadis pujaannya, Siti Aisyah, yang setia mendampinginya hingga sekarang.

    Berbisnis besi tua bukan berarti tak luput dari masalah. Beberapa kali Hamid harus pindah gudang karena kontrakannya tak diperpanjang. Dia juga sempat menumpang di tanah milik PT KAI (Kereta Api Indonesia) di daerah Comboran selama tiga tahun. Setelah itu, pindah ke Jl Perusahaan.

    Gudang yang sekaligus dijadikan tempat tinggal tersebut sangat sederhana. Hanya beratap seng dan beralas tanah. “Kalau hujan, ya kebanjiran. Saya beberapa kali gagal. Setelah menemukan kontrakan di Gadang, usaha mulai membaik. Hingga akhirnya seperti ini,” ungkap pria beranak tiga tersebut.

    Menurut dia, bisnis besi tua dan barang bekas pada awalnya dianggap bisnis yang memalukan. Banyak orang yang gengsi menerjuninya. Namun, bagi Hamid, peluang itu justru ditangkap dengan baik. Saat orang enggan melakukannya, berarti tambah sedikit pesaing. “Saya tak pernah mengenal kata gengsi atau malu. Yang penting halal dan dapat uang. Yang penting bisa menafkahi keluarga. Itu yang ada di benak saya,” ucap Hamid.

    Tak hanya besi-besi tua di Malang yang dikejar Hamid. Luar kota pun dia rambah. Akhir 1980-an, Hamid pernah memborong rongsokan pesawat terbang di Lanud (Lapangan Udara) Iswahyudi, Magetan. Nilai transaksinya ketika itu mencapai Rp 400 juta. Dia ingat dolar kala itu masih sekitar seribu rupiah. “Saya juga pernah membeli rongsokan kapal terbang di Lanud Abdulrahman Saleh. Nilainya juga ratusan juta rupiah,” ujarnya.

    Hamid menyatakan, sama dengan hukum bisnis lainnya, pelaku juga harus jeli melihat peluang keuntungan dalam jual beli besi tua. Ketika harga jual ke pabrik tinggi, banyak barang yang dikirim. Sebaliknya, kalau harga pabrik turun, bahkan di bawah harga beli dari pengecer, barang ditahan dulu. Menunggu sampai harga kembali membaik.

    Sejumlah kota yang punya pabrik besi menjadi tujuan besi tua Hamid. Sebut saja Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo, atau Malang sendiri. (fir/yn)

  6. Assalaamu’alaikum Wr.Wb.
    Nama saya Tedi di Bogor Jawa Barat , saat ini saya bekerja di salah satu tempat wisata di daerah Bogor kurang lebih sudah 8 thn dan tidak ada perubahan.beberapa bulan terakhir saya berpikir untuk membuka usaha sendiri.selain berdo’a saya juga mencari informasi usaha apa yang harus saya jalanin.dan akhirnya Alhamdulillah saya di beri jalan sama 4JJI untuk menjalani usaha di besi tua dan logam bekas.untuk itu saya mohon saran dan kiat – kiat khusus dalam menjalani usaha ini.kendala atau resiko apa saja yang ada di usaha ini.oh iya pak untuk luang penjualan besi tua dan logam bekas saya sudah ada , tinggal dikirim barang aja.tapi saya masing bingung mencari barang – barang bekasnya.mohon informasi lapak – lapak kecil di daerah saya.saya haturkan terimakasih sebelumnya.

    wassalaamu’alaikum Wr.Wb.

    Bogor , 04 Desember 2008

    Tedi S

  7. Assalamu ‘ alaikum Mas Yasrif,

    Langsung aja deh, saya kan lagi belajar buat masker racikan sendiri dari bahan alami, seperti beras, mawar dan lain2. Trus, yang mau saya tanyakan, masalah ijin depkesnya, setelah kita keluarkan semua macam produk atau begitu ada jenis baru langsung kita daftarkan?

    yang jadi ganjalan juga, (^_^),
    mengurus ijin ke depkes tentang produk, membutuhkan biaya kira-kira berapa (mungkin ada yang sudah berpengalaman, mohon berbagi pengetahuan) trus prosesnya.

    ganjalan yang ketiga, (^_^)
    Mas Yasrif ngurus ijin mendirikan usaha juga kan? prosesnya gimana?

    SubhanAllah, matur nuwun banget deh…

    Dee-Dee

  8. hai…
    salam kenal ya…sukses selalu!

  9. hai…
    salam kenal ya…n sukses selalu!

  10. Assalamuallaikum,

    Salam kenal semua…

    Tommy Surabaya

    Wassalam

  11. assalamualaikum..
    mas nanda jual anandparfum nya secara online jg ndak? mau liat alamat web nya dnk..

    tatin
    yg lg merintis bisnis

  12. assalamu’alaikum….

  13. Assalamualaikum wbkt..

    Nama saya shahril, saya berasal dari perak Malaysia. saya rasa berbesar hati sekiranya dapat menjalinkan ukhwah dan juga menjalankan bisnis bersama dengan saudara mohamad yasif ananda dan juga kepada saudara-saudari yang berminat dalam bisnis tapi dalam pada masa yang sama ingin membantu menguatkan ekonomi umat islam bagi menyumbangkan pada diri sendiri dan juga saudara2 kita yang menjerit di Palestin sana.

    Buat pengetahuan yasif, saya menjalankan perniagaan HPA (MLMS) iaitu memasarkan produk halal. Mungkin saudara pernah mendengar tentang HPA, dimana salah satu produknya ialah Kopi Radix. Syarikat inilah yang pertama di Malaysia yang mendapat pengiktirafan Multilevel Marketing Syari’ah.Alhamdulillah, perniagaan yang diasaskan oleh Tuan Haji Ismail b. Hj ahmad yang berasal dari perlis malaysia digeruni oleh golongan kuffar.

    Di Indonesia, HPA juga melebarkan sayapnya. Direktur Utama HPA Indonesia ialah H Kemas Taufiq Mochtar. Banyak cawangan HPA yang dibuka di sana seperti Jakarta, Palembang dll. Untuk maklumat lebih lanjut boleh lawati laman web saya http;//hpakudat.blogspot.com atau pergi terus pada http;//www.hpa.com.my.

    Semoga catatan saya ini dapat bermanfaat buat semua..jumpa lagi

  14. salam kenal mas Yasrif…
    semoga Alloh memberkahi kita semua…
    dalam kesempatan ini sy pertama-tama silaturahmi dg rekan2 smua… alhamdulillah, skrng sy sedang menggeluti bisnis pulsa DBS. rekan2 bisa berkunjung melalui website sy d http://www.akhmadmusyaffa.com . mohon diberikan saran dan kritik d web kami.
    syukron kastis…
    wassalamu’alaikum wr. wb.

  15. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Perkenalkan nama saya Marjan Mutiara Hati, founder Supermarket Muslim Online http://WWW.MUTIARA MARKET.BIZ Toko Online saya hadir dengan konsep BELANJA SAMBIL BERSEDEKAH artinya setiap konsumen yang berbelanja di toko online saya otomatis telah bersedekah 2.5% dari jumlah belanjaannya.

Tinggalkan Balasan